hmmm,, sulit banget zaman sekarang meminta orang untuk jujur,,
- 21 Oktober 2010.. apes bagiku,, saat itu nasabah kantorku yang bernama Bpk. Maumi, mengajukan pinjaman ulang sebesar Rp 6.000.000,- tapi beliau masih ada tanggungan di kantorku empat kali angsuran lagi sebesar Rp 2.800.000,-
Beliau minta pengajuan yang Rp 6000.000,- itu dipotong pelunasannya yang Rp 2.800.000... Nah....!!!! Saat itulah semuanya bermula,, bermula dari kecerobohanku yang lupa memotong pengajuan beliau,, yang seharusnya beliau cuma terima uang Rp 3.200.000,- (Rp 6.000.000 - Rp 2.800.000) tapi malah ku beri uang penuh Rp 6.000.000, tanpa potongan pelunasan,,, dan hal itu baru ku sadari saat penutupan saldo harian.. Saat itu juga Bpk. maumi langsung ku hubungi via telepon,,, tapi percuma,, beliau gak mengakui kalau beliau menerima uang Rp 6000.000
Ya Allah,,, shock bukan main aku saat itu,, darimana ku dapatkan uang sebanyak itu?????
- 22 Oktober 2010.. hmmm,... sehari berselang dari kejadian tersebut, lagi-lagi apes yang ku dapat.. mungkin dewi keapesan lagi berpihak padaku,,, hhhhfffftttt,,,
Bpk. Odi Hidayat, baru saja pencairan Rp 10.000.000, setelah selesai menerima uang, beliau tukar uang seratus ribuan kepadaku, karena kantor lagi rame, uang tersebut ga sempat ku scan,,, tahu-tahu pas hitung uang, ternyata uang itu palsu,,,, Ya Allah,,, apa lagi ini????
- 4 Maret 2011.. saat itu Ibu Daeah pencairan Rp 35.000.000, tapi beliau masih ada tanggungan satu kali angsuran Rp 1.000.000, karena persyaratan beliau kurang, maka uang di pending sementara Rp 1.000.000, jadi seharusnya beliau hanya meneriima uang Rp 33.000.000 (Rp 35.000.000 - Rp 1.000.000 - Rp 1000.000)...
tapi sekali lagi,,, kecerobohanku membawaku dalam masalah,, uang tersebut ga aku pending,,, Ibu Daeah menerima uang Rp 34.000.000,,,
Parahnya,keesokan harinya beliau meminta uang pendingan beliau,, beliau mengaku bahwa uang beliau di pending Rp 1.000.000,- dan hanya menerima uang Rp 33.000.000,, Ya Allah,,, kami sempat berdebat di kantor, ku jelaskan semuanya, tapi beliau tetap ngotot,,, sekali lagi ku bertanya pada diri sendiri,, DARIMANA KU DAPATKAN UANG SEBANYAK ITU?????
=> Masalah Bpk Maumi, sampai sekarang ku belum bisa mengganti uang kantor,,
=> Masalah Bpk. Odi, hari itu juga ku ganti uang palsu itu dengan uang pribadiku (yang pasti asli)
=>Masalah Bu Daeah, hari ini pimpinanku menegetahui maslah ini,,
hhmmm,,,, sekarang ku hanya memikirkan cara mendapatkan Rp 2.800.000 itu,,
Terimakasih Ya Allah,, musibah ini semoga menaikkan derajatku di sisiMu,, amien,,
meminta orang untuk Jujur itu ternyata sangat sulit sekali,,, uang bisa membeli kejujuran!!!
Selengkapnya...
Sulitnya Sebuah Kejujuran
06 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

